ADVENTURE IN GUNUNG KELUD

foto0193

Gunung Kelut (Kelud, berarti “sapu” dalam bahasa Jawa) adalah sebuah gunung berapi di Provinsi Jawa Timur, Indonesia, yang masih aktif. Gunung ini berada di perbatasan antara Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar, atau sekitar 27 km sebelah timur Kota Kediri.

Sejak abad ke-15, Gunung Kelut telah memakan korban lebih dari 15.000 jiwa. Letusan gunung ini pada tahun 1586[1] Sebuah sistem untuk mengalihkan aliran lahar telah dibuat secara ekstensif pada tahun 19261919 merenggut korban lebih dari 10.000 jiwa. dan masih berfungsi hingga kini setelah letusan pada tahun memakan korban hingga ribuan jiwa akibat banjir lahar encer menyapu pemukiman penduduk.

Pada abad ke-20, Gunung Kelut tercatat meletus pada tahun 1901, 19191 Mei[2]), 1951, 1966, dan 1990. Tahun 2007 gunung ini kembali meningkat aktivitasnya. Pola ini membawa para ahli gunung api pada siklus 15 tahunan bagi letusan gunung ini. (

Pada lereng Gunung Kelut sejak tahun 2004 telah dibuka sarana jalan darat untuk mempermudah para wisatawan serta penduduk sekitar menuju pucak Gunung Kelud. Gunung Kelud juga telah menjadi obyek wisata Kabupaten Blitar.

Aktivitas gunung ini meningkat pada akhir September 2007 dan masih terus berlanjut hingga November tahun yang sama, ditandai dengan meningkatnya suhu air danau kawah, peningkatan kegempaan tremor, serta perubahan warna danau kawah dari kehijauan menjadi putih keruh. Status “awas” (tertinggi) dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi sejak 16 Oktober 2007 yang berimplikasi penduduk dalam radius 10 km dari gunung (lebih kurang 135.000 jiwa) yang tinggal di lereng gunung tersebut harus mengungsi. Namun letusan tidak terjadi.

Setelah sempat agak mereda, aktivitas Gunung Kelut kembali meningkat sejak 30 Oktober 2007 dengan peningkatan pesat suhu air danau kawah dan kegempaan vulkanik dangkal. Pada tanggal 3 November 2007 sekitar pukul 16.00 suhu air danau melebihi 74 derajat Celsius, jauh di atas normal gejala letusan sebesar 40 derajat Celsius, sehingga menyebabkan alat pengukur suhu rusak. Getaran gempa tremor dengan amplitudo besar (lebih dari 35mm) menyebabkan petugas pengawas harus mengungsi, namun kembali tidak terjadi letusan.

Akibat aktivitas tinggi tersebut terjdi gejala unik yang baru terjadi dalam sejarah Kelut dengan munculnya asap putih dari tengah danau diikuti dengan kubah lava dari tengah-tengah danau kawah sejak tanggal 5 November 2007 dan terus “tumbuh” hingga berukuran selebar 100m. Para ahli menganggap kubah lava inilah yang menyumbat saluran magma sehingga letusan tidak segera terjadi. Energi untuk letusan dipakai untuk mendorong kubah lava sisa letusan tahun 1990.

Sejak peristiwa tersebut aktivitas pelepasan energi semakin berkurang dan pada tanggal 8 November 2007 status Gunung Kelud diturunkan menjadi “siaga” (tingkat 3).

Gelandangan Kelud

foto029

Gunung kelud kemarin dikabarkan beraksi, tapibukan beraksi karena ada truk tanpa mesin berjalannaik akibat adanya Misteri jalan bermagnet di Gunung Kelud. Tetapi gunung Kelud dikawatirkanmeletus. Bahkan kemarin (2 Okt 2007) kabar-kaburnya akan meletus dalam 3-4 hari lagi.

Gunung Kelud/Kelut akan meletus 3-4 harilagi tentunya status Kelud harusnya sudah ditingkatkan ke Level IV (Awas), tetapi data terakhir di sampai pagi ini (3 Okt 2007) status Keludmasih di Level III (SIAGA).

Letusan terakhir (1990) terjadi ketika temperatur air kawah sekitar 45 deg C dan buih putih sudah memenuhi semua danaunya. Saat ini temperatur-nya masih di sekitar 36 deg C dan buih putih sembulan gas magmatik masih setempat2. Indonesia)

Ada bebrapa hal penting yang perlu diingat-ingat adalah kenali dancatat tanda-tanda alam yang biasanya akan muncul sebelum bencana akan meletus atau akan mengeluarkan sesuatu. Sesuatu yang berbeda di sekitar kita bila dibandingkan dengan keadaan biasanya misalnya :foto026

  • Hewan-hewan liar yang berlarian turun atau bersuara kerasdan nampak gelisah. Atau hewan-hewan peliharaan kita apamenunjukkan gejala yang sama (misal burung dalam sangkar terbang gelisah, nabrak-nabrak sarang). Ini terjadi karena sifatakan pecah atau tergerus akan mengeluarkangelombang elektromanetik sehingga membuat hewan-hewan menjadi gelisah atau melakukan hal-hal yang tidak biasa. Atau adanya peninglatan panas di kawah gunungapi, dan peningkatan gempa volkanik material.
  • Ada suara keras yang tidak pernah didengar sebelumnya misalnya suara gemuruh akibat kubah lava yang runtuh atau akibat longsor, ada kebakaran hutan,ada pohon yang tumbang akibat longsor, dll.
  • Ada bau yang aneh yang tidak biasanya misal bau aneh (bisabau belerang, bau basin yang menyengat).
  • Ada perubahan mendadak sehingga kulit kita merasakan sesuatu yang tidak biasanya misalnya merinding.
About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: