‘GHOST RIDER’, Saat Kutukan Jadi Kekuatan

ghost-rider

Johnny Blaze (Nicholas Cage), stuntman akrobatik sepeda motor, membuat perjanjian dan menjual jiwanya kepada penguasa kegelapan Mephistopheles (Peter Fonda) demi menyelamatkan ayahnya. Namun Mephistopheles mengingkari Blaze, yang terpaksa harus meninggalkan kekasihnya Roxanne Simpson (Eva Mendes), untuk melindunginya.

Saat perjanjian tak memuaskan, dan sang kekasih gagal diselamatkan, Blaze menjelma menjadi Ghost Rider, dengan tengkorak yang menyala dan menunggangi sepeda motor ber-api neraka, Blaze menjadi pembunuh bayaran yang bekerja untuk setan.

Mengikuti kata hatinya dan melepaskan diri dari belenggu kegelapan, Blaze membantu Mephistopheles berperang melawan Blackheart (Wes Bentley), putera Mephistopheles yang ingin menyingkirkan ayahnya dan menguasai dunia dengan bantuan The Hidden, tiga malaikat kegelapan yang memiliki misi dan ambisi sejalan dengan Blackheart.

marvel_comics_ghostrid_1_wallcoocom

Film besutan sutradara Mark Steven Johnson ini diangkat dari komik Marvel, berjudul sama yang pernah melambung pada tahun 70-an, dan sempat kembali melejit awal 90-an dengan mengangkat tokoh Daniel Ketch sebagai karakter utamanya.

Film yang menelan biaya US$120 juta ini mengambil seting di Melbourne. Untuk menciptakan suara Ghost Rider agar terdengar berbobot dan berkarakter, sound designer Dane Davis, yang pernah memenangi Academy Award untuk kategori Sound Editing film THE MATRIX, menggunakan tiga jenis suara erangan binatang yang dikombinasikan secara digital, dan diolah sedemikian rupa tanpa meninggalkan suara asli Cage. Johnson sendiri menilai suara Ghost Rider adalah yang terbaik dalam film ini, mendalam, berat, berkarakter iblis, dan memiliki auman seganas singa.

Untuk urusan tunggangan, Johnson memilih menggunakan moge produksi Buell, yang dirancang sedemikian rupa dan tak memiliki perbedaan jauh dari karakter komiknya. Ban menggunakan karet bertekstur solid tahan api yang memberikan efek berat saat ditransform secara visual.

Agar Ghost Rider terlihat lebih emosional dan berekspresi, Johnson sepakat mengubah warna bara kepala tengkoran Ghost Rider menjadi lebih variatif, seperti sedikit memudar dan berwana biru saat Blaze sedih. Kevin Mack, yang menangangi urusan visual effects dan team Sony Imageworks mengaku bukan hal yang mudah membuat bara yang kelihatan hidup di kepala Ghost Rider.

ghost_rider_wallpaper_5_1280

Meskipun diakui banyak manipulasi kecanggihan visual efek untuk membuat karakter Ghost Rider sesuai dengan komik Marvel, Johnson mengaku sangat puas dengan sosok Ghost Rider, dibanding saat dia membesut DAREDEVIL.

Aksi kebut-kebutan dan pertarungan antara Ghost Rider melawan Blackheart dan The Hidden juga memberikan tontonan seru tersendiri. Penampilan seksi Eva Mendes yang harus membesarkan payudaranya demi tokoh Roxanne juga menjadi nilai plus dalam film ini. Yang pasti, film produksi Columbia Pictures ini jadi tontonan wajib penggemar serial komik Marvel.

ghostrider1

Satu Tanggapan to “‘GHOST RIDER’, Saat Kutukan Jadi Kekuatan”

  1. aku suka “GHOST RIDER”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: