Archive for the Knowledge Category

Merasakan Indahnya Ramadhan

Posted in Knowledge on 09/12/2009 by Muhammad Taufan

ramadhan

Tamu agung itu sebentar lagi akan tiba, sudah siapkah kita untuk menyambutnya? Bisa jadi inilah Ramadhan terakhir kita sebelum menghadap kepada Yang Maha Kuasa. Betapa banyak orang-orang yang pada tahun kemarin masih berpuasa bersama kita, melakukan shalat tarawih dan idul fitri di samping kita, namun ternyata sudah mendahului kita dan sekarang mereka telah berbaring di ‘peristirahatan umum’ ditemani hewan-hewan tanah. Kapankah datang giliran kita?

Dalam dua buah hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan kondisi dua golongan yang saling bertolak belakang kondisi mereka dalam berpuasa dan melewati bulan Ramadhan:

Golongan pertama digambarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, maka akan dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Golongan kedua digambarkan oleh beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:

رب صائم حظه من صيامه الجوع والعطش

“Betapa banyak orang berpuasa yang hanya memetik lapar dan dahaga.” (HR. Ibnu Majah), al-Hakim dan dia menshahihkannya. Al-Albani berkata: “Hasan Shahih.”

Akan termasuk golongan manakah kita? Hal itu tergantung dengan usaha kita dan taufik dari Allah ta’ala.

Bulan Ramadhan merupakan momentum agung dari ladang-ladang yang sarat dengan keistimewaan, satu masa yang menjadi media kompetisi bagi para pelaku kebaikan dan orang-orang mulia.

Oleh sebab itu, para ulama telah menggariskan beberapa kiat dalam menyongsong musim-musim limpahan kebaikan semacam ini, supaya kita turut merasakan nikmatnya bulan suci ini. Di antara kiat-kiat tersebut (Agar Ramadhan Kita Bermakna Indah, nasihat yang disampaikan oleh Syaikh kami Dr. Ibrahim bin ‘Amir ar-Ruhaili pada malam Jum’at 27 Sya’ban 1423 H di Masjid Dzun Nurain Madinah. Plus penjelasan-penjelasan lain dari penyusun):

kartu-ramadhan

Bertawakal kepada Allah Ta’ala

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan, “Dalam menyambut kedatangan musim-musim ibadah, seorang hamba sangat membutuhkan bimbingan, bantuan dan taufik dari Allah ta’ala. Cara meraih itu semua adalah dengan bertawakal kepada-Nya.”

Oleh karena itu, salah satu teladan dari ulama salaf -sebagaimana yang dikisahkan Mu’alla bin al-Fadhl- bahwa mereka berdoa kepada Allah dan memohon pada-Nya sejak enam bulan sebelum Ramadhan tiba agar dapat menjumpai bulan mulia ini dan memudahkan mereka untuk beribadah di dalamnya. Sikap ini merupakan salah satu perwujudan tawakal kepada Allah.

Ibnu Taimiyah menambahkan, bahwa seseorang yang ingin melakukan suatu amalan, dia berkepentingan dengan beberapa hal yang bersangkutan dengan sebelum beramal, ketika beramal dan setelah beramal:

a. Adapun perkara yang dibutuhkan sebelum beramal adalah menunjukkan sikap tawakal kepada Allah dan semata-mata berharap kepada-Nya agar menolong dan meluruskan amalannya. Ibnul Qayyim memaparkan bahwa para ulama telah bersepakat bahwa salah satu indikasi taufik Allah kepada hamba-Nya adalah pertolongan-Nya kepada hamba-Nya. Sebaliknya, salah satu ciri kenistaan seorang hamba adalah kebergantungannya kepada kemampuan diri sendiri.

Menghadirkan rasa tawakal kepada Allah adalah merupakan suatu hal yang paling penting untuk menyongsong musim-musim ibadah semacam ini; untuk menumbuhkan rasa lemah, tidak berdaya dan tidak akan mampu menunaikan ibadah dengan sempurna, melainkan semata dengan taufik dari Allah. Selanjutnya kita juga harus berdoa kepada Allah agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan dan supaya Allah membantu kita dalam beramal di dalamnya. Ini semua merupakan amalan yang paling agung yang dapat mendatangkan taufik Allah dalam menjalani bulan Ramadhan.

Kita amat perlu untuk senantiasa memohon pertolongan Allah ketika akan beramal karena kita adalah manusia yang disifati oleh Allah ta’ala sebagai makhluk yang lemah:

وخلق الإنسان ضعيفا

“Dan manusia dijadikan bersifat lemah.” (QS. An-Nisa: 28)

Jika kita bertawakal kepada Allah dan memohon kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi taufik-Nya pada kita.

b. Di saat mengerjakan amalan ibadah, poin yang perlu diperhatikan seorang hamba adalah: ikhlas dan mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dua hal inilah yang merupakan dua syarat diterimanya suatu amalan di sisi Allah. Banyak ayat dan hadits yang menegaskan hal ini. Di antaranya: Firman Allah ta’ala,

وما أمروا إلا ليعبدوا الله مخلصين له الدين

“Padahal mereka tidaklah diperintahkan melainkan supaya beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya.” (QS. Al-Bayyinah: 5)

Dan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد

“Barang siapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami maka amalan itu akan tertolak.” (HR. Muslim)

c. Usai beramal, seorang hamba membutuhkan untuk memperbanyak istigfar atas kurang sempurnanya ia dalam beramal, dan juga butuh untuk memperbanyak hamdalah (pujian) kepada Allah Yang telah memberinya taufik sehingga bisa beramal. Apabila seorang hamba bisa mengombinasikan antara hamdalah dan istigfar, maka dengan izin Allah ta’ala, amalan tersebut akan diterima oleh-Nya.

Hal ini perlu diperhatikan betul-betul, karena setan senantiasa mengintai manusia sampai detik akhir setelah selesai amal sekalipun! Makhluk ini mulai menghias-hiasi amalannya sambil membisikkan, “Hai fulan, kau telah berbuat begini dan begitu… Kau telah berpuasa Ramadhan… Kau telah shalat malam di bulan suci… Kau telah menunaikan amalan ini dan itu dengan sempurna…” Dan terus menghias-hiasinya terhadap seluruh amalan yang telah dilakukan sehingga tumbuhlah rasa ‘ujub (sombong dan takjub kepada diri sendiri) yang menghantarkannya ke dalam lembah kehinaan. Juga akan berakibat terkikisnya rasa rendah diri dan rasa tunduk kepada Allah ta’ala.

Seharusnya kita tidak terjebak dalam perangkap ‘ujub; pasalnya, orang yang merasa silau dengan dirinya sendiri (bisa begini dan begitu) serta silau dengan amalannya berarti dia telah menunjukkan kenistaan, kehinaan dan kekurangan diri serta amalannya.

Hati-hati dengan tipu daya setan yang telah bersumpah:

فبما أغويتني لأقعدن لهم صراطك المستقيم. ثم لآتينهم من بين أيديهم ومن خلفهم وعن أيمانهم وعن شمائلهم

“Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka (para manusia) dari jalan-Mu yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka.” (QS. Al-A’raf: 16-17)

Marhaban-Ya-Ramadhan

Bertaubat Sebelum Ramadhan Tiba

Banyak sekali dalil yang memerintahkan seorang hamba untuk bertaubat, di antaranya: firman Allah ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحاً عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Rabb kamu akan menghapuskan kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (QS. At Tahrim: 8)

Kita diperintahkan untuk senantiasa bertaubat, karena tidak ada seorang pun di antara kita yang terbebas dari dosa-dosa. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan,

كل بنى آدم خطاء وخير الخطائين التوابون

“Setiap keturunan Adam itu banyak melakukan dosa dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi dan dihasankan isnadnya oleh Syaikh Salim Al Hilal)

Dosa hanya akan mengasingkan seorang hamba dari taufik Allah, sehingga dia tidak kuasa untuk beramal saleh, ini semua hanya merupakan sebagian kecil dari segudang dampak buruk dosa dan maksiat (lihat Dampak-Dampak dari Maksiat dalam kitab Ad-Daa’ Wa Ad-Dawaa’ karya Ibnul Qayyim, dan Adz-Dzunub Wa Qubhu Aatsaariha ‘Ala Al-Afrad Wa Asy-Syu’ub karya Muhammad bin Ahmad Sayyid Ahmad hal: 42-48). Apabila ternyata hamba mau bertaubat kepada Allah ta’ala, maka prahara itu akan sirna dan Allah akan menganugerahi taufik kepadanya kembali.

Taubat nasuha atau taubat yang sebenar-benarnya hakikatnya adalah: bertaubat kepada Allah dari seluruh jenis dosa. Imam Nawawi menjabarkan: Taubat yang sempurna adalah taubat yang memenuhi empat syarat:

  1. Meninggalkan maksiat.

  2. Menyesali kemaksiatan yang telah ia perbuat.

  3. Bertekad bulat untuk tidak mengulangi maksiat itu selama-lamanya.

  4. Seandainya maksiat itu berkaitan dengan hak orang lain, maka dia harus mengembalikan hak itu kepadanya, atau memohon maaf darinya (Lihat: Riyaadhush Shaalihiin, karya Imam an-Nawawi hal: 37-38)

Ada suatu kesalahan yang harus diwaspadai: sebagian orang terkadang betul-betul ingin bertaubat dan bertekad bulat untuk tidak berbuat maksiat, namun hanya di bulan Ramadhan saja, setelah bulan suci ini berlalu dia kembali berbuat maksiat. Sebagaimana taubatnya para artis yang ramai-ramai berjilbab di bulan Ramadhan, namun setelah itu kembali ‘pamer aurat’ sehabis idul fitri.

Ini merupakan suatu bentuk kejahilan. Seharusnya, tekad bulat untuk tidak mengulangi perbuatan dosa dan berlepas diri dari maksiat, harus tetap menyala baik di dalam Ramadhan maupun di bulan-bulan sesudahnya.

ramadhan_by_mustange

Membentengi Puasa Kita dari Faktor-Faktor yang Mengurangi Keutuhan Pahalanya

Sisi lain yang harus mendapatkan porsi perhatian spesial, bagaimana kita berusaha membentengi puasa kita dari faktor-faktor yang mengurangi keutuhan pahalanya. Seperti menggunjing dan berdusta. Dua penyakit ini berkategori bahaya tinggi, dan sedikit sekali orang yang selamat dari ancamannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan:

من لم يدع قول الزور والعمل به فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه

“Barang siapa yang tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatannya, maka niscaya Allah tidak akan membutuhkan penahanan dirinya dari makanan dan minuman (tidak membutuhkan puasanya).” (HR. Bukhari)

Jabir bin Abdullah menyampaikan petuahnya:

إذا صمت فليصم سمعك وبصرك ولسانك عن الكذب والمحارم ودع أذى الجار, وليكن عليك وقار وسكينة يوم صومك, ولا تجعل يوم صومك ويوم فطرك سواء

“Seandainya kamu berpuasa maka hendaknya pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu turut berpuasa dari dusta dan hal-hal haram dan janganlah kamu menyakiti tetangga. Bersikap tenang dan berwibawalah di hari puasamu. Janganlah kamu jadikan hari puasamu dan hari tidak berpuasamu sama.” (Lathaa’if al-Ma’arif, karya Ibnu Rajab al-Hambali, hal: 292)

Orang yang menahan lisannya dari ghibah dan matanya dari memandang hal-hal yang haram ketika berpuasa Ramadhan tanpa mengiringinya dengan amalan-amalan sunnah, lebih baik daripada orang yang berpuasa plus menghidupkan amalan-amalan sunnah, namun dia tidak berhenti dari dua budaya buruk tadi! Inilah realita mayoritas masyarakat; ketaatan yang bercampur dengan kemaksiatan.

Umar bin Abdul ‘Aziz pernah ditanya tentang arti takwa, “Takwa adalah menjalankan kewajiban dan meninggalkan perbuatan haram”, jawab beliau. Para ulama menegaskan, “Inilah ketakwaan yang sejati. Adapun mencampur adukkan antara ketaatan dan kemaksiatan, maka ini tidak masuk dalam bingkai takwa, meski dibarengi dengan amalan-amalan sunnah.”

Oleh sebab itu para ulama merasa heran terhadap sosok yang menahan diri (berpuasa) dari hal-hal yang mubah, tapi masih tetap gemar terhadap dosa. Ibnu Rajab al-Hambali bertutur, “Kewajiban orang yang berpuasa adalah menahan diri dari hal-hal mubah dan hal-hal yang terlarang. Mengekang diri dari makanan, minuman dan jima’ (hubungan suami istri), ini sebenarnya hanya sekedar menahan diri dari hal-hal mubah yang diperbolehkan. Sementara itu ada hal-hal terlarang yang tidak boleh kita langgar baik di bulan Ramadhan maupun di bulan lainnya. Di bulan suci ini tentunya larangan tersebut menjadi lebih tegas. Maka sungguh sangat mengherankan kondisi orang yang berpuasa (menahan diri) dari hal-hal yang pada dasarnya diperbolehkan seperti makan dan minum, kemudian dia tidak berpuasa (menahan diri) dan tidak berpaling dari perbuatan-perbuatan yang diharamkan di sepanjang zaman seperti ghibah, mengadu domba, mencaci, mencela, mengumpat dan lain-lain. Semua ini merontokkan ganjaran puasa.”

selamat-berpuasa-ramadhan

Memprioritaskan Amalan yang Wajib

Hendaknya orang yang berpuasa itu memprioritaskan amalan yang wajib. Karena amalan yang paling dicintai oleh Allah ta’ala adalah amalan-amalan yang wajib. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan dalam suatu hadits qudsi, bahwa Allah ta’ala berfirman:

وما تقرب إلي عبدي بشيء أحب إلي مما افترضت عليه

“Dan tidaklah seseorang mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu amalan yang lebih Aku cintai daripada amalan-amalan yang Ku-wajibkan.” (HR. Bukhari)

Di antara aktivitas yang paling wajib dilaksanakan pada bulan Ramadhan adalah: mendirikan shalat berjamaah lima waktu di masjid (bagi kaum pria), berusaha sekuat tenaga untuk tidak ketinggalan takbiratul ihram. Telah diuraikan dalam sebuah hadits:

من صلى لله أربعين يوما في جماعة يدرك التكبيرة الأولى كتب له براءتان: براءة من النار وبراءة من النفاق

“Barang siapa yang shalat karena Allah selama empat puluh hari dengan berjama’ah dan selalu mendapatkan takbiratul ihram imam, akan dituliskan baginya dua ‘jaminan surat kebebasan’ bebas dari api neraka dan dari nifaq.” (HR. Tirmidzi dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani)

Seandainya kita termasuk orang-orang yang amalan sunnahnya tidak banyak pada bulan puasa, maka setidaknya kita berusaha untuk memelihara shalat lima waktu dengan baik, dikerjakan secara berjamaah di masjid, serta berusaha sesegera mungkin berangkat ke masjid sebelum tiba waktunya. Sesungguhnya menjaga amalan-amalan yang wajib di bulan Ramadhan adalah suatu bentuk ibadah dan taqarrub yang paling agung kepada Allah.

Sungguh sangat memprihatinkan, tatkala kita dapati orang yang melaksanakan shalat tarawih dengan penuh semangat, bahkan hampir-hampir tidak pernah absen, namun yang disayangkan, ternyata dia tidak menjaga shalat lima waktu dengan berjamaah. Terkadang bahkan tidur, melewatkan shalat wajib dengan dalih sebagai persiapan diri untuk shalat tarawih!!? Ini jelas-jelas merupakan suatu kejahilan dan bentuk peremehan terhadap kewajiban! Sungguh hanya mendirikan shalat lima waktu berjamaah tanpa diiringi dengan shalat tarawih satu malam, lebih baik daripada mengerjakan shalat tarawih atau shalat malam, namun berdampak menyia-nyiakan shalat lima waktu. Bukan berarti kita memandang sebelah mata terhadap shalat tarawih, akan tetapi seharusnya seorang muslim menggabungkan kedua-duanya; memberikan perhatian khusus terhadap amalan-amalan yang wajib seperti shalat lima waktu, lalu baru melangkah menuju amalan-amalan yang sunnah seperti shalat tarawih.

ramadhan-uy

Berusaha untuk Mendapatkan Lailatul Qadar

Setiap muslim di bulan berkah ini berusaha untuk bisa meraih lailatul qadar. Dialah malam diturunkannya Al-Qur’an (QS. Al-Qadar: 1, dan QS. Ad-Dukhan: 3), dialah malam turunnya para malaikat dengan membawa rahmat (QS. Al-Qadar: 4), dialah malam yang berbarakah (QS. Ad-Dukhan: 3), dialah malam yang lebih utama daripada ibadah seribu bulan! (83 tahun plus 4 bulan) (QS. Al-Qadar: 3). Barang siapa yang beribadah pada malam ini dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni oleh-Nya (HR. Bukhari dan Muslim).

Mendengar segunung keutamaan yang dimiliki malam mulia ini, seyogyanya seorang muslim memanfaatkan kesempatan emas ini untuk meraihnya.

Di malam ke berapakah lailatul qadar akan jatuh?

Malam lailatul qadar akan jatuh pada malam-malam sepuluh akhir bulan Ramadhan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan:

تحروا ليلة القدر في العشر الأواخر من رمضان

“Carilah lailatul qadar pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tepatnya pada malam-malam yang ganjil di antara malam-malam yang sepuluh tersebut, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

تحروا ليلة القدر في الوتر من العشر الأواخر من رمضان

“Carilah lailatul qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

Tapi di malam manakah di antara malam-malam yang ganjil? Apakah di malam 21, malam 23, malam 25, malam 27 atau malam 29? Pernah di suatu tahun pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lailatul qadar jatuh pada malam 21, sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Sa’id al-Khudri bahwa di pagi hari tanggal 21 Ramadhan tahun itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إني أريت ليلة القدر

“Sesungguhnya aku diperlihatkan lailatul qadar (malam tadi).” (HR.Bukhari dan Muslim)

Pernah pula di suatu tahun lailatul qadar jatuh pada malam 27. Ubai bin Ka’ab berkata:

والله إني لأعلمها وأكثر علمي هي الليلة التي أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم بقيامها هي ليلة سبع وعشرين

“Demi Allah aku mengetahuinya (lailatul qadar), perkiraan saya yang paling kuat dia jatuh pada malam yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk bangun malam di dalamnya, yaitu malam dua puluh tujuh.” (HR. Muslim)

Pada tahun yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan para sahabatnya untuk mencari lailatul qadar pada tujuh malam terakhir dari bulan Ramadhan:

فمن كان متحريها فليتحرها في السبع الأواخر

“Barang siapa yang ingin mencarinya (lailatul qadar) hendaklah ia mencarinya pada tujuh malam terakhir (dari bulan Ramadhan).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Cara memadukan antara hadits-hadits tersebut di atas: dengan mengatakan bahwa lailatul qadar setiap tahunnya selalu berpindah-pindah dari satu malam yang ganjil ke malam ganjil lainnya, akan tetapi tidak keluar dari sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan (Lihat Fathul Baari karya Ibnu Hajar, dan Asy-Syarh al-Mumti’ karya Syaikh al-Utsaimin (6/493-495))

Di antara hikmah dirahasiakannya waktu lailatul qadar adalah:

  1. Agar amal ibadah kita lebih banyak. Sebab dengan dirahasiakannya kapan waktu lailatul qadar, kita akan terus memperbanyak shalat, dzikir, doa dan membaca Al-Qur’an di sepanjang malam-malam sepuluh terakhir Ramadhan terutama malam yang ganjil.

  2. Sebagai ujian dari Allah ta’ala, untuk mengetahui siapa di antara para hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam mencari lailatul qadar dan siapa yang bermalas-malasan serta meremehkannya (Majaalisu Syahri Ramadhaan, karya Syaikh al-’Utsaimin hal: 163)

Maka seharusnya kita berusaha maksimal pada sepuluh hari itu; menyibukkan diri dengan beramal dan beribadah di seluruh malam-malam itu agar kita bisa menggapai pahala yang agung itu. Mungkin saja ada orang yang tidak berusaha mencari lailatul qadar melainkan pada satu malam tertentu saja dalam setiap Ramadhan dengan asumsi bahwa lailatul qadar jatuh pada tanggal ini atau itu, walaupun dia berpuasa Ramadhan selama 40 tahun, barangkali dia tidak akan pernah sama sekali mendapatkan momen emas itu. Selanjutnya penyesalan saja yang ada…

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan teladan:

(كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا دخل العشر شد مئزره وأحيا ليله وأيقظ أهله) متفق عليه

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika memasuki sepuluh (terakhir Ramadhan) beliau mengencangkan ‘ikat pinggangnya’, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

ramadhan_21

Jadikan Ramadhan Sebagai Madrasah untuk Melatih Diri Beramal Saleh, yang Terus Dibudayakan Setelah Berlalunya Bulan Suci Ini

Bulan Ramadhan ibarat madrasah keimanan, di dalamnya kita belajar mendidik diri untuk rajin beribadah, dengan harapan setelah kita tamat dari madrasah itu, kebiasaan rajin beribadah akan terus membekas dalam diri kita hingga kita menghadap kepada Yang Maha Kuasa.

Allah ta’ala memerintahkan:

واعبد ربك حتى يأتيك اليقين

“Dan sembahlah Rabbmu sampai ajal datang kepadamu.” (QS. Al-Hijr: 99)

Tatkala al-Hasan al-Bashri membaca ayat ini beliau menjelaskan,

إن الله لم يجعل لعمل المؤمن أجلا دون الموت

“Sesungguhnya Allah tidak menjadikan batas akhir bagi amal seorang Mukmin melainkan ajalnya.”

Maka jangan sampai amal ibadah kita turut berakhir dengan berakhirnya bulan Ramadhan. Kebiasaan kita untuk berpuasa, shalat lima waktu berjamaah di masjid, shalat malam, memperbanyak membaca Al-Qur’an, doa dan zikir, rajin menghadiri majelis taklim dan gemar bersedekah di bulan Ramadhan, mari terus kita budayakan di luar Ramadhan.

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجود الناس, وكان أجود ما يكون في رمضان

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan sekali di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ulama salaf pernah ditanya tentang sebagian orang yang rajin beribadah di bulan Ramadhan, namun jika bulan suci itu berlalu mereka pun meninggalkan ibadah-ibadah tersebut? Dia pun menjawab:

بئس القوم لا يعرفون الله إلا في رمضان

“Alangkah buruknya tingkah mereka, mereka tidak mengenal Allah melainkan hanya di bulan Ramadhan!”

Merupakan ciri utama diterimanya puasa kita di bulan Ramadhan dan tanda terbesar akan keberhasilan kita meraih lailatul qadar adalah: berubahnya diri kita menjadi lebih baik daripada kondisi kita sebelum Ramadhan.

Wallahu ta’ala a’lam wa shallallahu ‘ala nabiyyina muhammadin wa ‘ala alihi wa shabihi ajma’in.

iku

Iklan

Cara Beternak Lele

Posted in Knowledge on 09/12/2009 by Muhammad Taufan

2

BUDIDAYA LELE

I. Pendahuluan.
Lele merupakan jenis ikan yang digemari masyarakat, dengan rasa yang lezat, daging empuk, duri teratur dan dapat disajikan dalam berbagai macam menu masakan. PT. NATURAL NUSANTARA dengan prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan) membantu petani lele dengan paket produk dan teknologi.

II. Pembenihan Lele.
Adalah budidaya lele untuk menghasilkan benih sampai berukuran tertentu dengan cara mengawinkan induk jantan dan betina pada kolam-kolam khusus pemijahan. Pembenihan lele mempunyai prospek yang bagus dengan tingginya konsumsi lele serta banyaknya usaha pembesaran lele.

III. Sistem Budidaya.
Terdapat 3 sistem pembenihan yang dikenal, yaitu :
1. Sistem Massal. Dilakukan dengan menempatkan lele jantan dan betina dalam satu kolam dengan perbandingan tertentu. Pada sistem ini induk jantan secara leluasa mencari pasangannya untuk diajak kawin dalam sarang pemijahan, sehingga sangat tergantung pada keaktifan induk jantan mencari pasangannya.
2. Sistem Pasangan. Dilakukan dengan menempatkan induk jantan dan betina pada satu kolam khusus. Keberhasilannya ditentukan oleh ketepatan menentukan pasangan yang cocok antara kedua induk.
3. Pembenihan Sistem Suntik (Hyphofisasi).
Dilakukan dengan merangsang lele untuk memijah atau terjadi ovulasi dengan suntikan ekstrak kelenjar Hyphofise, yang terdapat di sebelah bawah otak besar. Untuk keperluan ini harus ada ikan sebagai donor kelenjar Hyphofise yang juga harus dari jenis lele.

IV. Tahap Proses Budidaya.
A. Pembuatan Kolam.
Ada dua macam/tipe kolam, yaitu bak dan kubangan (kolam galian). Pemilihan tipe kolam tersebut sebaiknya disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Secara teknis baik pada tipe bak maupun tipe galian, pembenihan lele harus mempunyai :
Kolam tandon. Mendapatkan masukan air langsung dari luar/sumber air. Berfungsi untuk pengendapan lumpur, persediaan air, dan penumbuhan plankton. Kolam tandon ini merupakan sumber air untuk kolam yang lain.
Kolam pemeliharaan induk. Induk jantan dan bertina selama masa pematangan telur dipelihara pada kolam tersendiri yang sekaligus sebagai tempat pematangan sel telur dan sel sperma.
Kolam Pemijahan. Tempat perkawinan induk jantan dan betina. Pada kolam ini harus tersedia sarang pemijahan dari ijuk, batu bata, bambu dan lain-lain sebagai tempat hubungan induk jantan dan betina.
Kolam Pendederan. Berfungsi untuk membesarkan anakan yang telah menetas dan telah berumur 3-4 hari. Pemindahan dilakukan pada umur tersebut karena anakan mulai memerlukan pakan, yang sebelumnya masih menggunakan cadangan kuning telur induk dalam saluran pencernaannya.

B. Pemilihan Induk
Induk jantan mempunyai tanda :
– tulang kepala berbentuk pipih
– warna lebih gelap
– gerakannya lebih lincah
– perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung
– alat kelaminnya berbentuk runcing.
Induk betina bertanda :
– tulang kepala berbentuk cembung
– warna badan lebih cerah
– gerakan lamban
– perut mengembang lebih besar daripada punggung alat kelamin berbentuk bulat.

C. Persiapan Lahan.
Proses pengolahan lahan (pada kolam tanah) meliputi :
– Pengeringan. Untuk membersihkan kolam dan mematikan berbagai bibit penyakit.
– Pengapuran. Dilakukan dengan kapur Dolomit atau Zeolit dosis 60 gr/m2 untuk mengembalikan keasaman tanah dan mematikan bibit penyakit yang tidak mati oleh pengeringan.
– Perlakuan TON (Tambak Organik Nusantara). untuk menetralkan berbagai racun dan gas berbahaya hasil pembusukan bahan organik sisa budidaya sebelumnya dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100m2. Penambahan pupuk kandang juga dapat dilakukan untuk menambah kesuburan lahan.
– Pemasukan Air. Dilakukan secara bertahap, mula-mula setinggi 30 cm dan dibiarkan selama 3-4 hari untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami lele.
Pada tipe kolam berupa bak, persiapan kolam yang dapat dilakukan adalah :
– Pembersihan bak dari kotoran/sisa pembenihan sebelumnya.
– Penjemuran bak agar kering dan bibit penyakit mati. Pemasukan air fapat langsung penuh dan segera diberi perlakuan TON dengan dosis sama

D. Pemijahan.
Pemijahan adalah proses pertemuan induk jantan dan betina untuk mengeluarkan sel telur dan sel sperma. Tanda induk jantan siap kawin yaitu alat kelamin berwarna merah. Induk betina tandanya sel telur berwarna kuning (jika belum matang berwarna hijau). Sel telur yang telah dibuahi menempel pada sarang dan dalam waktu 24 jam akan menetas menjadi anakan lele.

E. Pemindahan.
Cara pemindahan :
– kurangi air di sarang pemijahan sampai tinggi air 10-20 cm.
– siapkan tempat penampungan dengan baskom atau ember yang diisi dengan air di sarang.
– samakan suhu pada kedua kolam
– pindahkan benih dari sarang ke wadah penampungan dengan cawan atau piring.
– pindahkan benih dari penampungan ke kolam pendederan dengan hati-hati pada malam hari, karena masih rentan terhadap tingginya suhu air.

F. Pendederan.
Adalah pembesaran hingga berukuran siap jual, yaitu 5 – 7 cm, 7 – 9 cm dan 9 – 12 cm dengan harga berbeda. Kolam pendederan permukaannya diberi pelindung berupa enceng gondok atau penutup dari plastik untuk menghindari naiknya suhu air yang menyebabkan lele mudah stress. Pemberian pakan mulai dilakukan sejak anakan lele dipindahkan ke kolam pendederan ini.

V. Manajemen Pakan.
Pakan anakan lele berupa :
– pakan alami berupa plankton, jentik-jentik, kutu air dan cacing kecil (paling baik) dikonsumsi pada umur di bawah 3 – 4 hari.
– Pakan buatan untuk umur diatas 3 – 4 hari. Kandungan nutrisi harus tinggi, terutama kadar proteinnya.
– Untuk menambah nutrisi pakan, setiap pemberian pakan buatan dicampur dengan POC NASA dengan dosis 1 – 2 cc/kg pakan (dicampur air secukupnya), untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh karena mengandung berbagai unsur mineral penting, protein dan vitamin dalam jumlah yang optimal.

VI. Manajemen Air.
Ukuran kualitas air dapat dinilai secara fisik :
– air harus bersih
– berwarna hijau cerah
– kecerahan/transparansi sedang (30 – 40 cm).

Ukuran kualitas air secara kimia :
– bebas senyawa beracun seperti amoniak
– mempunyai suhu optimal (22 – 26 0C).

Untuk menjaga kualitas air agar selalu dalam keadaan yang optimal, pemberian pupuk TON sangat diperlukan. TON yang mengandung unsur-unsur mineral penting, lemak, protein, karbohidrat dan asam humat mampu menumbuhkan dan menyuburkan pakan alami yang berupa plankton dan jenis cacing-cacingan, menetralkan senyawa beracun dan menciptakan ekosistem kolam yang seimbang. Perlakuan TON dilakukan pada saat oleh lahan dengan cara dilarutkan dan di siramkan pada permukaan tanah kolam serta pada waktu pemasukan air baru atau sekurang-kurangnya setiap 10 hari sekali. Dosis pemakaian TON adalah 25 g/100m2.

VI. Manajemen Kesehatan.
Pada dasarnya, anakan lele yang dipelihara tidak akan sakit jika mempunyai ketahanan tubuh yang tinggi. Anakan lele menjadi sakit lebih banyak disebabkan oleh kondisi lingkungan (air) yang jelek. Kondisi air yang jelek sangat mendorong tumbuhnya berbagai bibit penyakit baik yang berupa protozoa, jamur, bakteri dan lain-lain. Maka dalam menejemen kesehatan pembenihan lele, yang lebih penting dilakukan adalah penjagaan kondisi air dan pemberian nutrisi yang tinggi. Dalam kedua hal itulah, peranan TON dan POC NASA sangat besar. Namun apabila anakan lele terlanjur terserang penyakit, dianjurkan untuk melakukan pengobatan yang sesuai. Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa, bakteri dan jamur dapat diobati dengan formalin, larutan PK (Kalium Permanganat) atau garam dapur. Penggunaan obat tersebut haruslah hati-hati dan dosis yang digunakan juga harus sesuai.

Trik & Rahasia Terbang David Copperfield

Posted in Knowledge on 06/07/2009 by Muhammad Taufan

David-Copperfield-Card-Trick-3

Praditya.net – Sewaktu saya mengingat-ingat pertunjukan terbangnya, saya jadi ingat bahwa dulu banyak orang (termasuk saya) yang mengira kalau atraksi itu menggunakan bantuan jin atau lainnya.

Tapi akhirnya saya tahu kalau trik itu menggunakan kecanggihan teknologi. Saya sudah lupa darimana pertama kali saya dapat trik ini, tapi yang jelas dari sebuah forum di luar negeri. Nah, mumpung sekarang udah banyak yang nyebar trik itu di internet, sekarang saya juga mau nyebarin triknya ya…

Bagaimana David Terbang?

Yup, seperti saya bilang sebelumnya, teknologi! David dalam menjalankan aksinya dibantu oleh 2 utas tali yang tebalnya 1 mm yang untuk setiap talinya sanggup mengangkat beban seberat 100 kg. Hmm… kok bisa ya, tebal cuma 1 mm tapi kuat begitu? Tapi menurut info, hanya sedikit produsen di dunia yang memproduksi tali spesial tersebut.

Karena tipisnya tali tersebut, ditambah lagi dengan permainan cahaya panggung, tentu saja membuat David seakan melayang tanpa bantuan apapun. Dan kalau kita perhatikan, David menggunakan sweater yang sedikit ngedombrong dalam aksi terbangnya itu ternyata juga ada tujuannya, yaitu untuk menyembunyikan sabuk akrobatik di pinggulnya tempat mengikatkan tali tersebut!

Tali tersebut digerakkan oleh mesin penderek di atas panggung yang katanya merupakan alat yang paling mahal untuk trik terbang ini. Penderek tersebut dapat menggerakkan David dalam beragam kecepatan dan memiliki gerakan yang amat halus. Hmmm, pasti mahal banget ya?

david-1

david-1b

Bagaimana David Terbang Dalam Aquarium Tertutup?

Kalau yang ini triknya ada di orang yang menutup aquarium tersebut. Kalau kita lihat, pertama-tama orang tersebut memegang kaca secara vertikal (tegak) baru menurunkannya sehingga aquarium benar-benar tertutup dan David melayang di dalamnya.

Nah, sewaktu kaca tersebut dipegang secara vertikal, sebenarnya tujuannya ialah untuk memberi ruang bagi tali akrobatik David agar dapat dijepit sewaktu aquarium ditutup. Pada gambar, tali akrobatik dihimpit oleh sisi A dan B sehingga dapat menjadi tumpuan tubuh David agar dapat melayang.

david-2

Bagaimana David Terbang dengan Mengangkat Seorang Wanita?

Seperti sudah dikatakan di atas, setiap tali akrobatik dapat mengangkat beban seberat 100 kg. Berarti dengan menggunakan 2 buah tali, maka secara teori dapat mengangkat beban seberat 200 kg! Dan perkiraan berat David dengan wanita yang diangkat ialah 160 kg, tentu saja tali tersebut masih mampu mengangkatnya.

Bagaimana David Terbang Melewati Perputaran Cincin?

Yang ini sebenarnya hanyalah sebuah trik yang mungkin bisa dibilang sebuah tipuan mata. Untuk lebih jelasnya bisa lihat animasi di bawah!

Jadi kesimpulannya tiap orang bisa memainkan trik terbangnya David. Gak perlu pake jin atau apalah itu namanya, cukup dengan banyak uang dan kelenturan tubuh aja! Hehehe…

Artikel ini diambil dari blog pribadinya Adit (www.pramuditya.net).

KENAPA SULAP INI 100% TRIK?

Coba perhatikan video pertama di atas (pertunjukan) aslinya, perhatikan lingkaran cincin (besar) yang melewati tubuh David saat terbang, kalau perlu ulang-ulang terus saat melihatnya. Anda akan melihat kalau lingkaran-lingkaran itu TIDAK PERNAH melewati bagian ATAS tubuh David.

Lihat TRIK-nya di video yang kedua di atas, itulah trik yang telah dilakukan David.

Kalau memang itu SIHIR, kenapa lingkaran-lingkaran itu TIDAK MELEWATI bagian atas tubuh David? Dan TRIK ini sudah jelas KETAHUAN!!!

Masih mau bilang kalau itu SIHIR???
Ada-ada saja!

Atlantis

Posted in Knowledge on 05/24/2009 by Muhammad Taufan

atlantis6lu

Peta Atlantis menurut Athanasius Kircher. Pada peta tersebut, Atlantis terletak di tengah Samudra Atlantik.

Atlantis, Atalantis, atau Atlantika (bahasa Yunani: Ἀτλαντὶς νῆσος, “pulau Atlas“) adalah pulau legendaris yang pertama kali disebut oleh Plato dalam buku Timaeus dan Critias. Dalam catatannya, Plato menulis bahwa Atlantis terhampar “di seberang pilar-pilar Herkules“, dan memiliki angkatan laut yang menaklukan Eropa Barat dan Afrika 9.000 tahun sebelum waktu Solon, atau sekitar tahun 9500 SM. Setelah gagal menyerang Yunani, Atlantis tenggelam ke dalam samudra “hanya dalam waktu satu hari satu malam”.

Atlantis umumnya dianggap sebagai mitos yang dibuat oleh Plato untuk mengilustrasikan teori politik. Meskipun fungsi cerita Atlantis terlihat jelas oleh kebanyakan ahli, mereka memperdebatkan apakah dan seberapa banyak catatan Plato diilhami oleh tradisi yang lebih tua. Beberapa ahli mengatakan bahwa Plato menggambarkan kejadian yang telah berlalu, seperti letusan Thera atau perang Troya, sementara lainnya menyatakan bahwa ia terinspirasi dari peristiwa kontemporer seperti hancurnya Helike tahun 373 SM atau gagalnya invasi Athena ke Sisilia tahun 415-413 SM.

Masyarakat sering membicarakan keberadaan Atlantis selama Era Klasik, namun umumnya tidak mempercayainya dan terkadang menjadikannya bahan lelucon. Kisah Atlantis kurang diketahui pada Abad Pertengahan, namun, pada era modern, cerita mengenai Atlantis ditemukan kembali. Deskripsi Plato menginspirasikan karya-karya penulis zaman Renaissance, seperti “New Atlantis” karya Francis Bacon. Atlantis juga mempengaruhi literatur modern, dari fiksi ilmiah hingga buku komik dan film. Namanya telah menjadi pameo untuk semua peradaban prasejarah yang maju (dan hilang).

Perintah dasar Linux

Posted in Knowledge on 03/16/2009 by Muhammad Taufan

Perintah untuk berbagai operasi dasar di sistem operasi linux, beserta penjelasannya,

dapat saudara lihat pada tabel yang telah penulis susun sebagai berikut:

Perintah Keterangan
any_command –help Menampilkan keterangan bantu tentangpemakaian perintah. “–help” sama dengan perintah pada DOS “/h”.
ls Melihat isi file dari direktori aktif. Pada linux perintah dir hanya berupa alias dari perintah ls. Untuk perintah ls sendiri sering dibuatkan alias ls –color, agar pada waktu di ls ditampilkan warna-warna sesuai dengan file-filenya, biasanya hijau untuk execute, dsb.
ls -al Melihat seluruh isi file pada direktori aktif beserta file hidden, lalu ditampilkan layar per layar.
cd directory Change directory. Menggunakan cd tanpa nama direktori akan menghantarkan anda ke home direktori. Dan cd – akan menghantarkan anda ke direktori sebelumnya.
cp source destination Mengopi suatu file
mcopy source destination Mengcopy suatu file dari/ke dos filesystem. Contoh <tt>mcopy a:autoexec.bat ~/junk . Gunakan man mtools untuk command yang sejenis : mdir, mcd, mren, mmove, mdel, mmd, mrd, mformat….
mv source destination Memindahkan atau mengganti nama file
ln -s source destination Membuat Simbolic Links, contoh <tt>ln -sf /usr/X11R6/bin/XF86_SVGA /etc/X11/X, membuat Simbolic link dari file XF86_SVGA ke X
rm files Menghapus file
mkdir directory Membuat direktori baru
rmdir directory Menghapus direktori yang telah kosong
rm -r files (recursive remove) Menghapus file, direktori dan subdirektorinya. Hati-hati menggunakan perintah ini apabila anda login sebagai root, karena root dengan mudah dapat menghapus seluruh file pada sistem dengan perintah di atas, tidak ada perintah untuk undelete di Linux
more Untuk melihat isi suatu file, dengan tambahan perintah more, maka isi file tersebut ditampilkan layar per layar.
less filename Melihat suatu file layar per layar, dan tekan tombol “q” apabila ingin keluar,
pico filename Edit suatu text file.
pico -w filename Edit suatu text file, dengan menonaktifkan fungsi word wrap, sangat berguna untuk mengedit file seperti /etc/fstab.
lynx file.html Melihat file html atau browse ke net dengan text mode, dimana gambar/image tidak dapat ditampilkan, tapi lynx adalah suatu browser yang sangat cepat, sangat berguna bila anda hanya menginginkan suatu artikel tanpa image.
tar -zxvf filename.tar.gz Meng-untar sebuah file tar sekaligus meng-uncompress file tersebut (*.tar.gz atau *.tgz), untuk meletakkannya direktori yg diinginkan tambahkan option -C direktori, contoh tar -zxvf filename.tar.gz -C /opt (meletakkan file tersebut di direktori /opt
tar -xvf filename.tar Meng-untar sebuah file tar yang tidak terkompress (*.tar).
gunzip filename.gz Meng-uncompress sebuah file zip (*.gz” or *.z). dengan menggunakan gzip (juga zip atau compress) jika anda menginginkan mengompress file.
bunzip2 filename.bz2 Meng-uncompress file dengan format (*.bz2) dengan utiliti “bzip2”, digunakan pada file yang besar.
unzip filename.zip Meng-uncompress file dengan format (*.zip) dengan utiliti “unzip” yang kompatibel dengan pkzip for DOS.
find / -name “filename” Mencari “namafile” pada komputer anda dimulai dengan direktori /. Namafile tersebut mungkin saja berisi wildcard (*,?).
locate filename Mencari file dengan string “filename”. Sangat mudah dan cepat dari perintah di atas.
pine Email reader yang sangat mudah digunakan, dan menjadi favorit banyak pemakai mesin Unix. Atau anda bisa pakai email yang sangat customize, yaitu mutt ,
talk username1 Berbicara dengan keyboard dengan user lain yg sedang login pada mesin kita (atau gunakan talk username1@machinename</t> untuk berbicara dengan komputer lain). Untuk menerima undangan percakapan, ketikkan <tt>talk username2. Jika seseorang mencoba untuk berbicara dengan anda dan itu dirasakan mengganggu, anda bisa menggunakan perintah mesg n untuk menolak pesan tersebut. Dan gunakan perintah who atau rwho untuk melihat siapa user yang mengganggu tersebut.
mc Menjalankan “Morton Commander” … eh… salah maksudnya “Midnight Commander” sebagai file manager, cepat dan bagus.
telnet server Untuk menghubungkan komputer kita ke komputer lain dengan menggunakan protokol TELNET. Gunakan nama mesin atau Nomor IP mesin, dan anda akan mendapatkan prompt login name dari mesin tersebut, masukkan passwordnya, oh ya .. anda juga harus punya account di mesin remote tersebut. Telnet akan menghubungkan anda dengan komputer lain dan membiarkan anda untuk mengoperasikan mesin tersebut. Telnet sangat tidak aman, setiap yang anda ketik menjadi “open text”, juga dengan password anda! Gunakan ssh alih-alih telnet untuk mengakses mesin secara remote.
rlogin server (remote login) Menghubungkan anda kekomputer lain. Loginname dan password, tetapi apabila account anda tersebut telah dipakai, maka anda akan mendapatkan pesan kesalahan pada password anda. Sangat tidak aman juga, gunakan ssh sebagai gantinya.
rsh server (remote shell) Jalan lain untuk menghubungkan anda ke remote machine. Apabila login name/password anda sedang dipakai di remote mesin tsb, maka password anda tidak akan berlaku. Idem dengan rlogin, gantikan dengan ssh.
ftp server Ftp ke mesin lain, ini sangat berguna untuk mengopy file ke/dari remote mesin. Juga tidak aman, gunakan scp dari keluarga ssh sebagai gantinya.
minicom Program Minicom (dapat dikatakan seperti “Procomm/Hyperterminal for Linux”).
./program_name Menjalankan program pada direktori aktif, yang mana tidak terdapat pada PATH anda
xinit Menjalankan X-window server (tanpa windows manager).
startx Menjalankan X-window server dan meload default windows manager. Sama seperti perintah “win” under DOS dengan Win3.1
startx — :1 Menjalankan sesi X-windows berikutnya pada display 1 (default menggunakan display 0). Anda dapat menjalankan banyak GUI terminal secara bersamaan, untuk pindah antar GUI gunakan <Ctrl><Alt><F7>, <Ctrl><Alt><F8>, etc, tapi ini akan lebih banyak memakan memori.
xterm (pada X terminal) ,menjalankan X-windows terminal. Untuk keluar ketikkan exit
xboing (pada X terminal). Sangat lucu deh …., seperti games-games lama …..
gimp (pada X terminal) Program image editor yang sangat bagus, bisa disamakan dengan Adobe Photoshop, yang membedakan adalah program ini gratis.
netscape (pada X terminal) menjalankan netscape, versi pada waktu tulisan ini dibuat telah mencapai versi 4.7
netscape -display host:0.0 (pada X terminal) menjalankan netscape pada mesin yang aktif dan menampilkan outputnya pada mesin yang bernama host display 0 screen 0. Anda harus memberikan akses untuk mesin aktif untuk menampilkannya pada mesin host dengan perintah xhost
shutdown -h now (sebagai root) Shut down sistem. Umumnya digunakan untuk remote shutdown. Gunakan <Ctrl><Alt> untuk shutdown pada konsol (dapat dijalankan oleh user).
halt reboot (sebagai root) Halt atau reboot mesin. Lebih simple dari perintah di atas.
man topic Menampilkan daftar dari sistem manual pages (help) sesuai dengan topic. Coba man man. lalu tekan q untuk keluar dari viewer. Perintah info topic Manual pages dapat dibaca dilhat dengan cara any_command –help.
apropos topic Menampilkan bantuan manual berdasarkan topik..
pwd Melihat direktori kerja saat ini
hostname Menampilkan nama local host (mesin dimana anda sedang bekerja). Gunakan perintah netconf (sebagai root) untuk merubah nama host dari mesin tersebut, atau edit file /etc/hosts
whoami Mencetak login name anda
id username Mencetak user id (uid) atau group id (gid)
date Mencetak atau merubah tanggal dan waktu pada komputer, contoh merubah tanggal dan waktu ke 2000-12-31 23:57 dengan perintah; date 123123572000
time Melihat jumlah waktu yg ditangani untuk penyelesaian suatu proses + info lainnya. Jangan dibingungkan dengan perintah date
who Melihat user yang login pada komputer kita.
rwho -a Melihat semua user yg login pada network anda. Layanan perintah rwho ini harus diaktifkan, jalankan setup sebagai root untuk mengaktifkannya.
finger username Melihat informasi user, coba jalankan; finger root
last Melihat user sebelumnya yang telah login di komputer.
uptime Melihat jumlah waktu pemakaian komputer oleh seseorang, terhitung proses reboot terakhir.
ps (=print status) Melihat proses-proses yang dijalankan oleh user
ps axu Melihat seluruh proses yang dijalankan, walaupun tanpa terminal control, juga ditampilkan nama dari user untuk setiap proses.
top Melihat proses yang berjalan, dengan urutan penggunaan cpu.
uname -a Informasi system kernel anda
free Informasi memory (dalam kilobytes).
df -h (=disk free) Melihat informasi pemakaian disk pada seluruh system (in human-readable form)
du / -bh (=disk usage) Melihat secara detil pemakaian disk untuk setiap direktori, dimulai dari root (in human legible form).
cat /proc/cpuinfo Cpu info. Melihat file pada /proc directori yang bukan merupakan file nyata (not real files).
cat /proc/interrupts Melihat alamat interrupt yang dipakai.
cat /proc/version Versi dari Linux dan informasi lainnya.
cat /proc/filesystems Melihat filesystem yang digunakan.
cat /etc/printcap Melihat printer yang telah disetup
lsmod (as root) Melihat module-module kernel yang telah di load.
set Melihat environment dari user yang aktif
echo $PATH Melihat isi dari variabel PATH. Perintah ini dapat digunakan untuk menampilkan variabel environmen lain dengan baik. Gunakan set untuk melihat environmen secara penuh.
dmesg Mencetak pesan-pesan pada waktu proses boot. (menampilkan file: /var/log/dmesg).
clear Membersihkan layar.
adduser Menambah pengguna.

ILMU BAHASA INGGRIS VERSI ANGIN

Posted in Knowledge on 01/14/2009 by Muhammad Taufan

A. Future Tense

1. Present Future Tense
S +Present will/to be going to/want to/plan to + V + (transitive/intransitive)
2. Present Future Continuous Tense
S + will be + V-ing + (transitive/intransitive)
3. Present Future Perfect Tense
S + will have + V-3 + (transitive/intransitive)
4. Present Future Perfect Continuous Tense
S + will have been + V-ing + (transitive/intransitive)

Additional auxiliary constructions used to express futurity are labelled as follows:

Future Continuous: Auxiliary + Verb Stem + Present Participle

  • I shall/will be going

  • You will be singing

  • He will be sleeping

  • We may be coming

  • They may be travelling

  • It will be snowing when Nancy arrives

  • It will not be raining when Josie leaves

Future Perfect: Auxiliary + Verb Stem + Past Participle

  • I shall/will be gone

  • You will have sung

  • He will have slept

  • We may have come (“We may be come” can still be used poetically, but it is obsolete in speech)

  • They may have travelled

  • It will have snowed

  • It will not have rained

Future Perfect Habitual (or Future Perfect Continuous): Auxiliary + Verb Stem + Past Participle + Present Participle

  • I shall/will have been going

  • He will have been sleeping

  • We may have been coming

  • It will have been snowing

  • It will not have been raining

B. Conditional clause

1. Conditional clause type 1

if + Simple Present, will-Future

Example: If I find her address, I will send her an invitation.

The main clause can also be at the beginning of the sentence. In this case, don’t use a comma.

Example: I will send her an invitation if I find her address.

Note: Main clause and / or if clause might be negative. See Simple Present und will-Future on how to form negative sentences.

Example: If I don’t see him this afternoon, I will phone him in the evening.

Use

Conditional Sentences Type I refer to the future. An action in the future will only happen if a certain condition is fulfilled by that time. We don’t know for sure whether the condition actually will be fulfilled or not, but the conditions seems rather realistic – so we think it is likely to happen.

Example: If I find her address, I’ll send her an invitation.

I want to send an invitation to a friend. I just have to find her address. I am quite sure, however, that I will find it.

Example: If John has the money, he will buy a Ferrari.

I know John very well and I know that he earns a lot of money and that he loves Ferraris. So I think it is very likely that sooner or later he will have the money to buy a Ferrari.

2. Conditional clause type 2

if + Simple Past, Hauptsatz mit Conditional I (= would + Infinitive)

Example: If I found her address, I would send her an invitation.

The main clause can also be at the beginning of the sentence. In this case, don’t use a comma.

Example: I would send her an invitation if I found her address.

Note: Main clause and / or if clause might be negative. See Simple Past und Conditional I on how to form negative sentences.

Example: If I had a lot of money, I wouldn’t stay here.

Were instead of Was

In IF Clauses Type II, we usually use ‚were‘ – even if the pronoun is I, he, she or it –.

Example: If I were you, I would not do this.

Use

Conditional Sentences Type II refer to situations in the present. An action could happen if the present situation were different. I don’t really expect the situation to change, however. I just imagine „what would happen if…“

Example: If I found her address, I would send her an invitation.

I would like to send an invitation to a friend. I have looked everywhere for her address, but I cannot find it. So now I think it is rather unlikely that I will eventually find her address.

Example: If John had the money, he would buy a Ferrari.

I know John very well and I know that he doesn’t have much money, but he loves Ferraris. He would like to own a Ferrari (in his dreams). But I think it is very unlikely that he will have the money to buy one in the near future.

3. Conditional clause type 3

if + Past Perfect, Hauptsatz mit Conditional II

Example: If I had found her address, I would have sent her an invitation.

The main clause can also be at the beginning of the sentence. In this case, don’t use a comma.

Example: I would have sent her an invitation if I had found her address.

Note: Main clause and / or if clause might be negative. See Past Perfect and Conditional II on how to form negative sentences.

Example: If I hadn’t studied, I wouldn’t have passed my exams.

Use

Conditional Sentences Type III refer to situations in the past. An action could have happened in the past if a certain condition had been fulfilled. Things were different then, however. We just imagine, what would have happened if the situation had been fulfilled.

Example: If I had found her address, I would have sent her an invitation.

Sometime in the past, I wanted to send an invitation to a friend. I didn’t find her address, however. So in the end I didn’t send her an invitation.

Example: If John had had the money, he would have bought a Ferrari.

I knew John very well and I know that he never had much money, but he loved Ferraris. He would have loved to own a Ferrari, but he never had the money to buy one.

C. Preference

1. Prefer

Rumus:

  • Subject + Prefer + to infinitive

  • Subject + Prefer + Nouns + to + Nouns

  • Subject + Prefer + Gerund + to + Gerund

Contoh:

  • They prefer to go now

  • My mother prefers lemon to orange

  • She prefers watching TV to listening to the radio

2. Would Rather

Rumus:

  • Subject + would rather + Kata kerja bentuk I (tanpa to- Infinitives)

  • Subject + would rather + Infinitives + than + Infinitives

  • Subject + would rather + Infinitives + Noun + than + Inf + Noun

  • Subject + would rather + someone + Bentuk II

Contoh:

  • I would rather study now

  • She would rather stay home than go shopping

  • We’d rather play card than play ball

  • I’d rather you went now

3. Would Prefer to

Rumus:

  • Subject + Would Prefer to + infinitive +rather than + inf

  • Subject + would Prefer to + infinitives + Nouns + rather than + infinitives + Nouns

Contoh:

  • They would prefer to sing rather than dance

  • You’d prefer to play ball rather than take a sleep

4. Like

Rumus:

  • Subject + Like + Nouns/Gerunds

  • Subject + like +gerunds + better than + gerund

  • Subject + like + noun + better than + noun

Contoh:

  • I like singing a song

  • She likes singing a song better than playing a guitar

  • They like coffee better than tea

5. Had Better

Rumus:

  • Subject + had better + infinitive

  • Subject + had better + not + infinitive

Contoh:

  • You had better study hard

  • You had better not work on Sundays

6. It’s time

Rumus:

  • It’s time + to infinitives

  • It’s time + Subject + Bentuk past

Contoh:

  • It’s time to get up

  • It’s time you went away

7. Instead of

Instead of kita gunakan sebagai pengganti dari: to, than, better than, rather than

Rumus:

  • Instead of + Gerund/Nouns

Contoh:

  • I prefer staying home instead of going out

  • They would rather eat their lunch instead of work

  • I woud prefer to invite them instead of him

  • He likes me instead of him

D. Imperative

Aktif : S + Verb (Kata Kerja) + Objek + dll

Pasif : Objek + to be + Verb 3 (Kata Kerja Bentuk III) ( + by subjek) + dll

To be yang digunakan

  1. Present : is, am, are

  2. Past : was, were

  3. Perfect : been (di depan have, has, atau had)

  4. Future : be (setelah modals)

  5. Continuous : being (di depan salah satu dari 7 to be di atas)

Contoh :

  1. Jack sings a song (active)

  2. A song is sung by Jack (Passive)

  1. Jack sang a song yesterday (active)

  2. A song was sung by Jack yesterday (passive)

  1. Jack has sung a song (active)

  2. A song has been sung by Jack (passive)

  1. Jack will sing a song (active)

  2. A song will be sung by Jack (passive)

  1. Jack is singing a song (active)

  2. A song is being sung by Jack (passive)

E. Business Letters

A business letter is more formal than a personal letter. It should have a margin of at least one inch on all four edges. It is always written on 8½”x11″ (or metric equivalent) unlined stationery. There are six parts to a business letter.

1. The Heading

This contains the return address (usually two or three lines) with the date on the last line.

Sometimes it may be necessary to include a line after the address and before the date for a phone number, fax number, E-mail address, or something similar.

Often a line is skipped between the address and date. That should always be done if the heading is next to the left margin. (See Business Letter Styles.)

It is not necessary to type the return address if you are using stationery with the return address already imprinted. Always include the date.

2. The Inside Address.

This is the address you are sending your letter to. Make it as complete as possible. Include titles and names if you know them.

This is always on the left margin. If an 8½” x 11″ paper is folded in thirds to fit in a standard 9″ business envelope, the inside address can appear through the window in the envelope.

An inside address also helps the recipient route the letter properly and can help should the envelope be damaged and the address become unreadable.

Skip a line after the heading before the inside address. Skip another line after the inside address before the greeting.

3. The Greeting. Also called the salutation.

The greeting in a business letter is always formal. It normally begins with the word “Dear” and always includes the person’s last name.

It normally has a title. Use a first name only if the title is unclear–for example, you are writing to someone named “Leslie,” but do not know whether the person is male or female. For more on the form of titles, see Titles with Names.

The greeting in a business letter always ends in a colon. (You know you are in trouble if you get a letter from a boyfriend or girlfriend and the greeting ends in a colon–it is not going to be friendly.)

4. The Body.

The body is written as text. A business letter is never hand written. Depending on the letter style you choose, paragraphs may be indented. Regardless of format, skip a line between paragraphs.

Skip a line between the greeting and the body. Skip a line between the body and the close.

5. The Complimentary Close.

This short, polite closing ends with a comma. It is either at the left margin or its left edge is in the center, depending on the Business Letter Style that you use. It begins at the same column the heading does.

The block style is becoming more widely used because there is no indenting to bother with in the whole letter.

6. The Signature Line.

Skip two lines (unless you have unusually wide or narrow lines) and type out the name to be signed. This customarily includes a middle initial, but does not have to. Women may indicate how they wish to be addressed by placing Miss, Mrs., Ms. or similar title in parentheses before their name.

The signature line may include a second line for a title, if appropriate. The term “By direction” in the second line means that a superior is authorizing the signer.

F. Grammar

1. FUTURE PERFECT TENSE

Untuk menyatakan suatu kegiatan yang telah selesai dilakukan

di waktu yang akan datang.

RUMUS : I,We+shall+verb 3

She,He,Thay,It+will+verb 3

contoh kalimat:

(+)She will have returned to Surabaya next Monday

(-) She will not have returned to Surabaya next Monday

(?)Will she have returned to Surabaya next Monday?

2. FUTURE PERFECT CONTINOUS TENSE

Untuk menyatakan suatu perbuatan yang pada suatu saat di waktu lampau

akan berlangsung.

RUMUS: I,We+should+have been+verb 1+ing

She,He,They,It+would+have been+verb 1+ing

contoh kalimat:

(+)I should have been happy if he had been serious.

(-) I should not have been happy if he had been serious.

(?) Should i have been happy if he had been serious?

G. Relative pronouns

Kata Ganti Kata Pengantar Contoh Kalimat
1. Relative Pronouns Fungsi:
Orang Who, Whom, Whose, That

Subjek:

He paid the money to the man who / that had done the work

Objek Kata Kerja:

He paid the man whom/that he had hired.

Objek Kata Depan:

He paid the man from whom he had borrowed the money.

Kata Ganti Kepunyaan:

This is the girl whose picture you saw.

Benda, Binatang Which, that

Subjek:

Here is a book which/that describes animals.

Objek Kata Kerja:

The chair which/that he broke is being repaired.

Objek Kata Depan:

She was wearing the coat for which she had paid $2,00.

2. Relative Adverbs
Waktu when

This is the year when the Olympic Games

are held.

Tempat where Here is the house where I live.
Alasan why Give me one good reason why you did that.

1. Relative Pronoun

Adalah Adjective Clause dengan memakai kata penghubung Relative Pronoun.

Contoh:

The boy is called Bob. He gave me a present.

The boy who gave me a present is called Bob. atau

The boy who is called Bob gave me a present.

Beberapa contoh Adjective Clause:

The boy whose radio was stolen is a student.

The girl whom I gave a special reward is a bright student.

The bike which I borrowed last week was sold.

2. Relative Adverb

Pelajaran tentang ini dibahas lebih lengkap pada Relative Clause. Hal-hal yang perlu ditambahkan di sini, yaitu:

1. Kata Why (yang menunjukkan alasan) yang menjadi Adverb penghubung, mungkin (kadang-kadang) dapat digantikan dengan that atau kadang-kadang dapat dihilangkan dalam kalimat.

The reason (that) I came should be obvious to you.

The reason (why) I came should be obvious to you.

The reason I came should be obvious to you.

2. When atau Where Bering dapat Baling ditukarkan dengan Preposition yang menunjukkan tempat (a preposition of Place) ditambah dengan Which.

The small town in which (= where) I was born has grown to a large metropolis.

The day on which (= when) they were to leave finally arrived.

TENSES ANGIN

Posted in Knowledge on 01/14/2009 by Muhammad Taufan

CUPU

vsh0392l

A.PRESENT TENSE

1.SIMPLE PRESENT TENSE

(Waktu Hari Ini Sederhana)

Untuk menyatakan suatu pekerjaan,atau kejadian yang terjadi hari ini,atau perbuatan yang

terjadi saat ini,atau kejadian berulang kali atau merupakan suatu kebiasaan sehari-hari.

RUMUS :

A:S+To be ( am,is,are )+…..

B:S+Verb bentuk 1+( s / es)+……

contoh kalimat :

+ she is very happy

– she is not very happy

? is she very happy?

2.PRESENT CONTINOUS TENSE

( Waktu Sekarang sedang Berlangsung)

Untuk menyatakan suatu kejadian yang sedang berlangsung(terjadi)pada saat

sekarang(waktu bicara).

RUMUS : S+To be ( is,am.are)+Verb bentuk 1+(ing)+…..

contoh kalimat :

+ I am writing the letter now

– I am not writing the letter now.

? Am i writing the letter now?

3.PRESENT PERFECT TENSE

( Waktu Sempurna Sekarang )

Untuk menyatakan suatu perbuatan/kejadian yg pada lampau dan masih

ada hubungannya dengan sekarang atau nperistiwa yang baru selesai.

RUMUS :

A : S + have/has +been+….

B : S + have/has + Verb bentuk 3 + …..

contoh kalimat :

+ I have been here since morning

– I have not been here since morning

? Have I been here since morning?

4.PRESENT PERFECT CONTINOUS TENSE

(Wktu Berlangsung Sempurna Sekarang )

Untuk menyatakan suatu peristiwa yang dimulai pada waktu lampau

dan masih berlangsung hingga sekarang.

RUMUS :

S + have + been + verb bentuk 1 + ( ing ) +….

contoh kalimat :

(+) I have been waiting for an hour but he still has not tirned up.

( -) I have not been waiting for an hour but he still has not turned up

(?) have Inot been waitingfor an hour but he still has not turned up

5. SIMPLE PAST TENSE

(Waktu Lampau Sederhana)

Untuk menunjukkan bahwa suatu perbuatan kegiatan situasi terjadi pada wktu

lampau dan berakhir pd saat tertentu duwaktu lampau dan waktu terjadinya diketahui.

RUMUS :

A. S + To be +( was/were ) + ….

B. S + Verb bentuk 2 +….

contoh kalimat :

(+) You walked to school yesterday

( -) You did not walk to school yesterday

( ?) Did you walk mto school yesterday?

6.PAST CONTINOUS TENSE

(Waktu Lampau Sedang Berlangsung)

Untuk menyatakan suatu perbuatan yang sedang berlangsung pada waktu

lampau ketika kejadian peristiwa lain terjadi.

RUMUS : S + was/were +verb bentuk 1 (ing)+…..

contoh kalimat :

(+) We were watching tv .

(-) We were not wathcing tv.

(?) Were we watching tv ?

7.PAST PERFECT TENSE

Untuk menyatakan suatu pekerjaan yang telah di lakukan atau telah terjadi

di waktu lampau sebelum suatu perbuatan terjadi.

RUMUS : S+had+ verb 3

contoh kalimat:

(+)I had cooked the chicken soup before i left

(-) I had not cooked the chicken soup before i left

(?) Had i cooked the chicken soup before i left?

8.PAST PERFECT CONTINOUS TENSE

Untuk menyatakan perbuatan yang telah dilakukan pada suatu saat dimasa lampau

bersamaan dengan suatu perbuatan yang terjadi.

RUMUS : S+had+been+verb 1+ing

contoh kalimat:

(+)She had been learning at High Junior School

(-)She had not been learning High Junior School.

(?)Had she been learning High Junior Schoo?

9.SIMPLE FUTURE TENSE

Untuk menyatakan kejadian yang terjadi yang waktu yang akan datang.

RUMUS : I,We+shall+verb 1

He,She,They,it+will+verb 1

contoh kalimat:

(+)We shall be at home tonight.

(-)We shall not be at home tonight.

(?)Shall we be at home tonight?

10.FUTURE CONTINOUS TENSE

Untuk menyatakan suatu tindakan yang akan dilaksanakan di waktu

yang akan datang.

RUMUS : I,We+shall+be+verb 1+ing

He,She,They,It+will+be+verb 1+ing

contoh kalimat:

(+)I will be studyng if you come at seven o’clock tonight

(-) I will not be studyng if you come at seven o’clock tonight

(?)Will i be studyng if you come at seven o’clock tonight?

11.FUTURE PERFECT TENSE

Untuk menyatakan suatu kegiatan yang telah selesai dilakukan

di waktu yang akan datang.

RUMUS : I,We+shall+verb 3

She,He,Thay,It+will+verb 3

contoh kalimat:

(+)She will have returned to Surabaya next Monday

(-) She will not have returned to Surabaya next Monday

(?)Will she have returned to Surabaya next Monday?

12.FUTURE PERFECT CONTINOUS TENSE

Untuk menyatakan suatu perbuatan yang pada suatu saat di waktu lampau

akan berlangsung.

RUMUS: I,We+should+have been+verb 1+ing

She,He,They,It+would+have been+verb 1+ing

contoh kalimat:

(+)I should have been happy if he had been serious.

(-) I should not have been happy if he had been serious.

(?) Should i have been happy if he had been serious?